Rabu, 26 Agustus 2009

Bulan Agustus Di Jepang


Musim panas di jepan sangat panas seperti di Indonesia. Sekolah-sekolah memasuki liburan musim panas. langit biru dan bunga matahari berwarna kuning cerah. Dipemandian-pemandian laut terdengar suara ceria anak-anak yang bermain riang gembira.
Pada musim panas ada banyak hal-hal yang menyenangkan. Yang sangat ramai adalah festival musim panas dan hanabi atau pesta kemabng api pada malam hari. Pada malam berderet dan kembang api yang memancar di langit malam sangat indah.
Dari tanggal 13 sampai 15 ada perayaan "Obon". Obon adalah acara yang mirip dengan Dulang di Indonesia. Pada hari ini, roh orang yang sudah meninggal dan nenek moyang dijemput kembali ke rumah.
Setelah melewati pertengahan bulan, musim panas mendekati akhirnya. Dilaut, para pengunjung mulai berkurang. Bunyi ombak yang ramai dengan banyaknya orang-orang tadi, sekarang tampak merasa sedih.
cerita berikut ini adalah kisah seorang nelayan bernama Urashima Taro.


PADA zaman dahulu, hiduplah seorang nelayan yang bernama Urashima Taro. Taro adalah seorang pemuda yang baik hati. Ia hidup bersama dengan ibunya yang tua.
Pada suatu hhari, ia bertemu dengan
anak-anak nakal yang ribut-ribut di pantai. Ia melihat mereka
menyodok-nyodok seekor anak penyu. Taro merasa kasihan pada
anak penyu itu, lalu mendekati gerombolan anak-anak itu.
“Jangan menyiksa makhluk hidup.”
Anak-anak itu langsung berlarian ke sana-sini. Taro
menaruh anak penyu itu ke telapak tangannya perlahan-lahan,
lalu melepaskannya ke laut.

Beberapa tahun telah berlalu.
Ketika Taro sedang santai memancing, ada yang menarik tali kailnya.
“Eh? Oh, kamu!”
Ternyata yang menarik kailnya adalah seekor penyu yang besar-penyu yang ditolong Taro beberapa tahun yang lalu.
Penyu itu berkata kepada taro, "Tuan Taro, terima kasih banyak atas kebaikan anda waktu itu. Sebagai rasa terima kasih, saya akan membawa anda ke istana indah di dasar laut. Istana itu disebut Istana Ryugu, yaitu Raja Naga. Tenpatnya sangat indah, dikelilingi bunga-bunga laut. Ayo, mari kita pergi."
Penyu menaikkan Urashima Taro ke punggungnya, laluberenang ke dalam laut.
Ternyata tempat di dalam laut itu adalah dunia yang sangatindah, seperti yang selalu Taro bayangkan dalam mimpinyaTaman-taman batu karang adberkilau-kilauan. Sambil hanyut depenyu, Taro merasa terkagum-kagum dengan pemandangan di sekelilingnya, seolah ia sedang bermimpi.
Tampak sebuah tangga mutiara yang bersinar-sinar dari celah gunung-gunung batu karang. Seorang putri yang cantik turun dari tangga itu. Ia adalah putri Ryugu, Putri Oto. Alangkah cantik putri itu! Kecantikan yang tak ada kiranya di dunia ini.
Taro terhenyak.
Putri Oto berkata dengan suara indah dan merdu kepada Taro yang tercengang-cengang. “Selamat datang Tuan Urashima Taro. Silakan beristirahat dengan santai.”
Putri Oto membuka kipas dengan cepat, lalu muncullah kumpulan ikan yang berwarna-warni. Mereka menari sambil mengelilingi Taro.
Mulailah hari-hari yang menyenangkan di Istana Ryugu. Tarian ikan-ikan yang indah, makanan yang sangat lezat, dan percakapan dengan Putri Oto yang begitu menyenangkan. Bagi Taro, hari-hari itu seolah mimpi saja.
Namun, Taro mulai merasa cemas akan ibunya yang ditinggal di desanya.
“Tuan Taro, Anda ingin pulang ke rumah ya. Walaupun saya berharap Anda selalu ada di sini, apa boleh buat".
Putri Oto melihat Taro yang kurang bersemangat, lalu berkata,
“Kalau begitu, bawalah kotak perhiasan ini. Kalau Anda mengalami kesulitan setelah pulang ke desa nanti, bukalah kotak perhiasan ini.”
Taro naik punggung penyu lagi lalu pulang ke desa tempat ibunya telah menunggu. Hati Taro sudah penuh dengan perasaan rindu akan desanya setelah beberapa hari tak pulang. Setelah tiba
di pantai, penyu segera menyelam ke laut.
“Ibu, aku sudah pulang!”
Tetapi, tidak ada yang menjawab. Bukan hanya yang ia rindukan, tapi juga sosok ibunya tak tampak. Keadaan di sekitarnya semuanya telah berubah. Orang-orang yang dikenalnya, rumah-rumah yang diketahuinya, semuanya yang ia ingat tak ada. Ke mana perginya semangatnya yang tadi? Taro benar-benar kehilangan akal.
“Oh, ya! Kan ada kotak perhiasan! Kalau ini dibuka, mungkin aku jadi tahu sesuatu.”
Taro membuka kotak perhiasan itu pelan-pelan. Dan...ajaib! Muncullah asap putih dalam kotak itu. Taro yang tadinya pemuda berubah menjadi kakek yang berjanggut putih dalam sekejep mata.
Ternyata selama taro melewati beberapa hati yang sangat menyenangkan di Istana Ryugu, puluhan tahun telah berlalu diatas bumi. Taro hanya bisa berdiri termenung-menung.


NB: Semoga bisa dipetik hikmahnya.
Sumber dari salah satu hasil skripsi mahasiswa jepan.

Bulan Agustus Di Jepan

"Wanita Dalam Padangan Islam" dan Wanita Dalam Tinjauan Akidah Yahudi dan Masihi Antara Mitos dan Keberan


Pendahuluan


Lima tahun yang lalu saya membaca majalah "TORONTO STAR" edisi tiga juli 1990, disana terdapat artikel yang bertopik: "Islam bukan satu-satunya madzhab pada madzhab-madzhab Batrirkiyah" oleh Join Daier, artikel ini merupakan bantahan yang dilakukan oleh orang-orang yang ikut serta dalam Konferensi "Wanita dan Kekuatan" yang dilaksanakan di Montreal. Artikel ini membantah komentar proklamir emansipasi wanita mesir yang terkenal DR. Nawal el-Sa`dawi. Di antara komentarnya -yang memang keliru- "Bahwasanya setiap pendidikan-pendikan yang dikhususkan untuk wanita terdapat dalam ajaran Yahudi pada kitab perjanjian lama, kemudian pada orang-orang Masihi dan seterusnya pada Al-Qur`an" dan "bahwasanya setiap agama adalah Batrirkiyah, karena setiap agama tumbuh di lingkungan atau di masyarakat Batrirkiyah" dan "Hijab untuk wanita bukan cuma terdapat dalam agama Islam saja, bahkan itu adalah suatu warisan kebudayaan orang-orang terdahulu yang terdapat pada agama-agama yang lain”. Orang-orang yang ikut dalam Konferensi tersebut tidak bermaksud menyamakan agama mereka dengan agama Islam, oleh karena itu DR. Nawal el-Sa`dawi mendapatkan beberapa kritikan. Salah seorang anggota ikatan para ibu internasional (Berenz Doubu) berkata: “Bahwasanya komentar-komentar DR. Nawal el-Sa`dawi tidak diterima karena dia tidak memahami agama-agama yang lain”. Kemudian salah seorang anggota dari ikatan perempuan Israiliat (Alies Syalfie) berkomentar: “Wajib saya bantah, karena tidak ada hijab dalam ajaran Yahudi”

Lebih dari ini orang-orang barat menuduh bahwasanya Islam adalah sebab dari kebanyakan perbuatan-perbuatan yang muncul dari peradaban barat. Join Dair menambahkan bahwasanya kaum Emansipasi Wanita dari orang-orang Masihi dan Yahudi tidak menerima untuk dibanding-bandingkan dengan mereka orang-orang muslim yang hina. Saya tidak heran dari sikap yang diambil oleh orang-orang yang ikut dalam Konferensi tersebut tentang Islam, lebih khusus lagi yang berkaitan dengan wanita. Karena Islam di sisi orang-orang barat adalah tanda terhadap penindasan kepada wanita. Dan tanda yang paling besar terhadap I`tiqad ini, bahwasanya Mentri Pendidikan di Prancis (Fultcer) memerintahkan untuk mengusir setiap siswi-siswi yang memakai hijab dari sekolah-sekolah Prancis! 1 Kemudian mengharamkan setiap siswi yang memakai hijab untuk mendapatkan hak pendidikan, sedangkan di sisi lain para pelajar-pelajar Masihi yang memakai salib atau Yahudi yang memakai topi Yahudi mendapatkan kenyamanan dengan memperoleh haknya untuk belajar. Kemudian pemandangan di mana para polisi Prancis melarang para siswi yang memakai hijab untuk masuk ke sekolah adalah suatu hal yang tidak dapat terlupakan. Seterusnya kejadian yang akan selalu teringat ialah pemandangan yang menyedihkan yang dilakukan oleh Lucurch Walesh salah seorang Wali Kota di wilayah Alabama pada tahun 1962, dia berdiri di depan pintu sekolah untuk melarang masuk para pelajar kulit hitam, akan tetapi di sana ada perbedaan di antara dua pemandangan ini yaitu para pelajar kulit hitam mendapatkan simpati, belas kasih dari setiap orang Amerika dan alam secara menyeluruh. Di mana presiden Kennedy mengutus pasukan agar orang-orang yang berkulit hitam di perbolehkan untuk masuk sekolah.

Adapun wanita muslimah tidak mendapatkan bantuan dari pihak manapun. Dan tidak ada satupun yang menaruh simpati terhadap mereka dari dalam atau dari luar Prancis. Salah satu sebab tentang hal tersebut ialah menyebarnya paham yang salah dan rasa takut dari setiap hal yang mempunyai kaitan dengan Islam. Namun hal yang paling berpengaruh pada perhatian saya pada Konferensi ini adalah: apakah yang dikatakan oleh DR. Nawal el-Sa`dawi dan para pengkritik itu benar? Dengan kata lain apakah Yahudi, Masihi, dan Islam itu berkongsi terhadap akidah-akidah yang berkaitan dengan wanita? Atau terdapat perbedaan di antara mereka? Apakah benar orang-orang Yahudi dan Masihi lebih memuliakan wanita melebihi Islam? Manakah yang benar? Sesungguhnya untuk mencari jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini tidak gampang, Kesulitan yang pertama adalah saya harus berusaha untuk menjadi orang yang adil dan objektif, atau sekurang-kurangnya saya harus mencoba sesuai dengan kemampuan untuk menjadi seperti itu, dan inilah perintah Islam terhadap kita. Al-Qur`an memerintahkan orang-orang muslim untuk berkata benar walaupun orang yang berada di sekitarnya tidak senang terhadap mereka, karena Allah Swt. berfirman: "…Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil sekalipun dia adalah kerabatmu, dan penuhilah janji Allah, yang demikian itu di perintahkan oleh Allah kepadamu agar kamu ingat". (QS. Al-An`aam: 152). Dan firman-Nya lagi: "Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau kedua orang tuamu dan kerabatmu, jika ia kaya ataupun miskin maka Allah lebih tahu kemaslahatannya, maka janganlah kamu mengikuti Hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran…”. (QS. An-Nisaa: 135).

Dan kesulitan yang lain adalah luas dan bercabang-cabangnya pembahasan ini, oleh karena itu saya memutuskan pada beberapa tahun yang lalu untuk membaca Injil, beberapa referensi agama dan referensi Yahudi untuk mencari jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas. Dan saya juga membaca beberapa kitab karangan para professor-professor pilihan dan ahli kritik tentang posisi wanita dalam tinjauan agama yang berbeda-beda. Dan pada bagian berikutnya saya akan mempresentasikan ringkasan pembahasan yang sederhana ini. Saya tidak mengaku bahwasanya saya sangat objektif, karena saya tidak mampu untuk itu. Tetapi apa yang mampu saya katakan ialah bahwasanya saya telah mencoba melalui pembahasan ini untuk adil terhadap apa yang saya ucapkan sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Swt. dalam al-Qur`an, karena tidak ada seorang muslimpun yang tidak beriman terhadap Nabi Musa as. dan Nabi Isa as. bahwasanya keduanya adalah utusan dari sisi Allah Swt. Sesungguhnya tujuan saya ialah untuk membersihkan Islam dan berbuat suatu hal yang bermanfaat untuk membantu Islam. Karena Islam adalah risalah yang terakhir dari Allah Swt. untuk manusia. Saya telah mempelajari posisi perempuan pada ketiga agama tersebut melalui sumber-sumber yang asli terhadap agama-agama ini, dan sumber-sumber tersebut bukan yang banyak tersebar sekarang di antara orang banyak dari para pengikut. Oleh karena itu, mayoritas istisyhaad (salinan) di sini dari al-Qur`an, Hadits-hadits Muhammad Saw., Injil, Talmuud, dan perkataan-perkataan sebagian para pendeta yang mempunyai pengaruh besar terhadap orang-orang Masihi.
Sebetulnya keinginan saya untuk mempresentasikan data-data dari sumber-sumber yang asli adalah disebabkan karena tingkah laku sebagian pengikut agama-agama ini tidak memberikan gambaran yang benar dari sumber-sumber tersebut. Dan kebanyakan orang memcampur adukkan antara peradaban dan agama, dan sebagian yang lain tidak paham apa yang dibicarakan oleh Kitab-kitab Samawi tersebut, dan sebagian yang lain memang tidak memperhatikan hal tersebut.

Sumber : http://www.islamic-invitation.com
Judul asli : al-Mar`atu fil Islam wal Mar`aatu fil `Aqidati al-Yahudiah wal-Masiihiyah baina al-Usthurah wal Haqiqah
Penulis : Dr. Syarief Muhammad abdul adhim Dosen di Universitas Koiter - Kinjistoon - Ontario KANADA
Penerjemah : Ibrahim Qamaruddin, Lc.
Editor : Sandi Purwa, Muhammad Nurman
Lay Outer : Khalid Imam, Muhammad Ilham

Minggu, 16 Agustus 2009

HATI & QALBU

Assalamualaikum Warohmatulohi Wabarokatuh,


Defenisi biologi adalah Segumpal darah
Defenisi kiasan adalah Hati itu adalah Raja dan bagian-bagian lainya adalah prajurit.
" Sebenarnya pendengeran, penglihatan dan hati semuanya akan di minta pertanggung jawabannya". (Al-Isra :36)

Ada tiga jenis hati :
  • Hati yang sehat (Qolbunissalim / Hati yang selamat ) yaitu Hati yang mengingat pada Rabb-NYA (Asy-Syuro : 88-89)
  • Hati yang mati yaitu Hati yang cenderung pada syahwat atau nafsu
  • Hati yang sakit

Ada empat rasun hati menurut Al Gahazali :
  1. Karena banyak berbicara
  2. Banyak makan atau berklebihan
  3. Terlalu banyak bergaul dengan orang kurang sholeh
  4. Banyak memandang

Sebab-sebab kotornya Hati :
- Kita memiliki ilmu tapi tidak mengamalkam
- Beramal tapi tidak ikhlas
- Mendapatkan nikmat tapi tidak bersyukur
- Tidak ridho dengan pemberian Allah
- Mengantaskan orang meninggal kekuburan tapi hati tidak mengambil pelajaran.


Usaha memperbaiki Hati :
* Merasa bahwa kita kotor
* Menyadari sepenuhnya bahwa diri kita tidak terhindar dari dosa
* Bergaul dengan orang-orang sholeh
* Melihat dunia yang sedikit itu adalah banyak dan melihat amalan kita yang banyak adalah sedikit
* Menyibukkan hati dengan apa yang Allah harapkan
* Sedikit berbicara dan menjaga lisan
* Banyak istiqhfar dan melakukan penyesalan.


By Chudex's