
Musim panas di jepan sangat panas seperti di Indonesia. Sekolah-sekolah memasuki liburan musim panas. langit biru dan bunga matahari berwarna kuning cerah. Dipemandian-pemandian laut terdengar suara ceria anak-anak yang bermain riang gembira.
Pada musim panas ada banyak hal-hal yang menyenangkan. Yang sangat ramai adalah festival musim panas dan hanabi atau pesta kemabng api pada malam hari. Pada malam berderet dan kembang api yang memancar di langit malam sangat indah.
Dari tanggal 13 sampai 15 ada perayaan "Obon". Obon adalah acara yang mirip dengan Dulang di Indonesia. Pada hari ini, roh orang yang sudah meninggal dan nenek moyang dijemput kembali ke rumah.
Setelah melewati pertengahan bulan, musim panas mendekati akhirnya. Dilaut, para pengunjung mulai berkurang. Bunyi ombak yang ramai dengan banyaknya orang-orang tadi, sekarang tampak merasa sedih.
cerita berikut ini adalah kisah seorang nelayan bernama Urashima Taro.
PADA zaman dahulu, hiduplah seorang nelayan yang bernama Urashima Taro. Taro adalah seorang pemuda yang baik hati. Ia hidup bersama dengan ibunya yang tua.
Pada suatu hhari, ia bertemu dengan
anak-anak nakal yang ribut-ribut di pantai. Ia melihat mereka
menyodok-nyodok seekor anak penyu. Taro merasa kasihan pada
anak penyu itu, lalu mendekati gerombolan anak-anak itu.
“Jangan menyiksa makhluk hidup.”
Anak-anak itu langsung berlarian ke sana-sini. Taro
menaruh anak penyu itu ke telapak tangannya perlahan-lahan,
lalu melepaskannya ke laut.
Beberapa tahun telah berlalu.
Ketika Taro sedang santai memancing, ada yang menarik tali kailnya.
“Eh? Oh, kamu!”
Ternyata yang menarik kailnya adalah seekor penyu yang besar-penyu yang ditolong Taro beberapa tahun yang lalu.
Penyu itu berkata kepada taro, "Tuan Taro, terima kasih banyak atas kebaikan anda waktu itu. Sebagai rasa terima kasih, saya akan membawa anda ke istana indah di dasar laut. Istana itu disebut Istana Ryugu, yaitu Raja Naga. Tenpatnya sangat indah, dikelilingi bunga-bunga laut. Ayo, mari kita pergi."
Penyu menaikkan Urashima Taro ke punggungnya, laluberenang ke dalam laut.
Ternyata tempat di dalam laut itu adalah dunia yang sangatindah, seperti yang selalu Taro bayangkan dalam mimpinyaTaman-taman batu karang adberkilau-kilauan. Sambil hanyut depenyu, Taro merasa terkagum-kagum dengan pemandangan di sekelilingnya, seolah ia sedang bermimpi.
Tampak sebuah tangga mutiara yang bersinar-sinar dari celah gunung-gunung batu karang. Seorang putri yang cantik turun dari tangga itu. Ia adalah putri Ryugu, Putri Oto. Alangkah cantik putri itu! Kecantikan yang tak ada kiranya di dunia ini.
Taro terhenyak.
Putri Oto berkata dengan suara indah dan merdu kepada Taro yang tercengang-cengang. “Selamat datang Tuan Urashima Taro. Silakan beristirahat dengan santai.”
Putri Oto membuka kipas dengan cepat, lalu muncullah kumpulan ikan yang berwarna-warni. Mereka menari sambil mengelilingi Taro.
Mulailah hari-hari yang menyenangkan di Istana Ryugu. Tarian ikan-ikan yang indah, makanan yang sangat lezat, dan percakapan dengan Putri Oto yang begitu menyenangkan. Bagi Taro, hari-hari itu seolah mimpi saja.
Namun, Taro mulai merasa cemas akan ibunya yang ditinggal di desanya.
“Tuan Taro, Anda ingin pulang ke rumah ya. Walaupun saya berharap Anda selalu ada di sini, apa boleh buat".
Putri Oto melihat Taro yang kurang bersemangat, lalu berkata,
“Kalau begitu, bawalah kotak perhiasan ini. Kalau Anda mengalami kesulitan setelah pulang ke desa nanti, bukalah kotak perhiasan ini.”
Taro naik punggung penyu lagi lalu pulang ke desa tempat ibunya telah menunggu. Hati Taro sudah penuh dengan perasaan rindu akan desanya setelah beberapa hari tak pulang. Setelah tiba
di pantai, penyu segera menyelam ke laut.
“Ibu, aku sudah pulang!”
Tetapi, tidak ada yang menjawab. Bukan hanya yang ia rindukan, tapi juga sosok ibunya tak tampak. Keadaan di sekitarnya semuanya telah berubah. Orang-orang yang dikenalnya, rumah-rumah yang diketahuinya, semuanya yang ia ingat tak ada. Ke mana perginya semangatnya yang tadi? Taro benar-benar kehilangan akal.
“Oh, ya! Kan ada kotak perhiasan! Kalau ini dibuka, mungkin aku jadi tahu sesuatu.”
Taro membuka kotak perhiasan itu pelan-pelan. Dan...ajaib! Muncullah asap putih dalam kotak itu. Taro yang tadinya pemuda berubah menjadi kakek yang berjanggut putih dalam sekejep mata.
Ternyata selama taro melewati beberapa hati yang sangat menyenangkan di Istana Ryugu, puluhan tahun telah berlalu diatas bumi. Taro hanya bisa berdiri termenung-menung.
NB: Semoga bisa dipetik hikmahnya.
Sumber dari salah satu hasil skripsi mahasiswa jepan.
